IELTS Test | Story and Tips

photo_2017-06-25_23-26-56

Setelah beberapa hari ikutan tes IELTS di Surabaya, saya memutuskan untuk share cerita saya, berikut dengan tips, mengenai hal-hal yang terjadi pada saat ujian IELTS. Tes ini saya ambil pada tanggal 8 Juni 2017 di Mercure Hotel, Surabaya. Pada saat pendaftaran ulang, silakan bawa tanda pengenal yang sudah Anda persiapkan, bisa jadi SIM, Paspor, atau KTP yang masih berlaku. Kejadian yang saya alami adalah KTP saya belum dapat yang elektronik, jadi hanya dapat selembar surat dari Disdukcapil, itupun surat berlaku hanya 6 bulan setelah terbit, dan surat yang saya terima itu hanya berlaku beberapa hari lagi saja. Bikin deg-degan memang.

1. Ujian Speaking

Kamu hanya akan diberikan waktu sekitar 10 menit untuk speaking test ini. Let me tell you, bahwa kamu jangan pernah berpikir untuk mempersiapkan jawaban dari rumah, karena apa yang akan mereka tanyakan itu sudah ditulis dalam booklet; dan booklet tersebut dicetak dalam tahun itu, jadi mereka tidak ambil topik dari buku-buku mereka cetakan lama. Waktu saya diinterview, ada sekitar 3 bagian. Bagian pertama, kamu akan ditanyakan pertanyaan-pertanyaan umum seputar diri kamu. Bagian pertama ini hanya akan berlangsung sekitar 1-2 menit saja. Pertanyaan seperti “State your name”, atau “where do you live?” akan ditanyakan. Bagian kedua, saya ditanyakan pertanyaan pilihan dan akan ditanya juga mengapa memilih jawaban itu. Contohnya, waktu itu saya ditanyakan salah satunya yaitu pertanyaan, “udara panas atau udara dingin”. Bagian ketiga, kita akan ditanyakan pertanyaan yang lebih sulit lagi. Sang assessor akan kasih kita sebuah topik yang jawabannya akan kita pikirkan selama 2 menit. Habis itu kita juga akan bicara non-stop tentang topik itu selama kurang lebih dua menit juga. Saya ditanya tentang “what is a good event happen to someone you know. Tell us about the person you know well, what is the good news about that person, and how do you react to that good news.”

Saran untuk kalian:  Kalau mau persiapan untuk tes speaking ini, kalian harus banyak-banyak nulis tentang semuanya, anything, tentunya dalam bahasa inggris. Kemudian, biasakan untuk ngobrol dalam bahasa Inggris juga. Supaya lancar ngomong, disarankan juga untuk memperbanyak kosakata bahasa Inggris.

2. Ujian Listening

Di ujian listening ini, kita memang diharapkan untuk bisa mendengarkan dengan baik. Waktu saya ambil tesnya, ada sekitar 3-4 cerita yang harus kita dengarkan untuk mendapatkan jawabannya. Yang menarik dari ujian listening ini adalah bahwa jawabannya TIDAK SELALU tertulis dalam teks atau dalam narasi, tetapi juga ada jawaban yang tersirat. Koleksi vocabulary yang banyak juga wajib kita punya.

Pengalaman saya kemarin tes IELTS ini di hotel, jadi dalam ruangan itu kita hanya bisa listening memakai loud speaker yang disediakan oleh pihak hotel, jadi kita tidak pakai headset.

Saran untuk kalian: Ujian listening ini tidak akan bisa disuruh ulang, jadi, kita hanya akan pernah bisa dengarkan audio/soal hanya sekali. Jadi, usahakan jangan ngobrol dalam hati, sehingga kalian bisa fokus untuk dengarkan audio. Kemudian, pada saat dengarkan audio, kalian juga harus tetap gunakan mata untuk scan soal-soal, karena akan ada satu narasi untuk sekitar 4-5 soal.

3. Ujian Reading

Okeh, ujian reading diberikan waktu kurang lebih satu jam, dan ada sekitar 4 reading dan tiap reading itu panjanganya sekitar 500an kata. sedangkan soal sekitar 40, jadi bisa dibilang, rata-rata 10 soal untuk tiap reading text.

Saran untuk kalian: Dari sekarang berlatihlah untuk membaca. Ada beberapa teknik membaca yang kalian bisa pelajari, yaitu skiming, scanning, pokoknya teknik speed reading deh. Yang saya lakukan adalah membaca keseluruhan reading text sebelum baca soalnya. Tetangga saya yang di sebelah, yang saya dengar dari gerak-geriknya adalah bahwa dia garisbawahi semua poin penting dari tiap pertanyaan, kemudian dia baca reading textnya, cari kata-kata yang berhubungan dengan pertanyaan. For me, I read for knowledge, jadi saya bisa tahu isi keseluruhan dari text tersebut. Sehingga, nanti saya bisa dapat ide besar cerita dan tahu harus ngisi apa.

4. Ujian Writing

Ujian writng was hell buat kalian yang nggak pernah nulis tangan lagi, karena kalian bakalan harus nulis dengan cepat selama kurang lebih sejam, belum termasuk mikirnya. And I can tell you guys, pada saat nulis ini tangan bakalan keram sampai pergelangan tangan tidak bisa bergerak. Alhasil, yang bergerak itu adalah keseluruhan lengan HANYA UNTUK menulis kata-kata. This is the final test for your hand.. LOL

Ada dua bagian dalam writing test ini, bagian pertama adalah menjelaskan sebuah chart atau tabel; bagian pertama ini panjangnya harus lebih dari 150 kata. Sedangkan bagian kedua, Anda akan diberikan sebuah case study yang harus kalian pikirkan dan kemudian menuliskan jawabannya. Nah, di bagian kedua ini, jumlah kata harus lebih dari 250 kata.

Saran untuk kalian:  Pada saat writing test dimulai, mulailah dengan mengerjakan Part 2 terlebih dahulu, karena part 2 itu memberikan nilai lebih besar daripada part 1. Jadi, straight to part 2. Dalam mengerjakan part 2, kalau bisa, berikan point of view dari kedua sisi. Jadi, kalau pertanyaannya agree or disagree, maka kalian akan menuliskan kedua sisi, plus dan minus dari sebuah case atau pendapat kalian. Sehingga, nggak cuma target jumlah kata tercapai, tapi juga tim penilai bisa melihat cara kalian menulis dan melihat sesuatu hal. Untuk part 1, kalian akan disuruh menjelaskan sebuah pie chart atau sebuah table, jadi kalau bisa, jelaskan secara mendetail. Waktu saya mengerjakan, saya mulai dengan menjelaskan perbedaan jumlah dari kedua pie chart, kemudian saya menjelaskan perbandingan dalam sebuah pie. Mungkin agak bingung kalau mau dibaca, tapi kalau saya kasih sebuah chart, pasti kalian akan lebih mengerti lagi. Ini dia contoh pie chart nya

Jadi, sesuai pie chart ini, saya akan menjelaskan pertama-tama mengenai contohnya Watching films in 2005 and watching films in 2010. Setelah menjelaskan tentang perbandingan dua pie chart, saya akan kemudian menjelaskan mengenai, contohnya, hal yang paling banyak menyita waktu on weekends. Kalau pada tahun 2005 adalah with Family and Friends.
Akhir Kata
Untuk ikut dan lolos tes IELTS ini memang dibutuhkan latihan dan latihan. Saya bersyukur karena saya sudah mendapatkan materi tentang listening, reading, speaking dan writing di bangku kuliah, jadi sudah tinggal dimatangkan lagi, karena dosen-dosen saya dahulu kala sangan membantu saya dalam praktek.

Moreover, guys, tolong jangan bawa prepared answers, karena kalian akan langsung kena penalty. Khusus untuk writing dan speaking, it is much better if you guys do it from your heart, tanpa ngafalin dari tempat lain. Nanti kasihan kalian kalau diwawancara lagi nanti di LPDP atau pas kuliahan. This takes years, guys. Bukan hanya itu, harga untuk tes ini pun termasuk mahal, jadi please do your best. Menurut saya, tes ini akan membantu kalian untuk menulis academic writing di kuliahan nanti.

Thank you for reading my blog post, kalau ada pertanyaan, silakan kontak saya 🙂
My IELTS result akan dikasih tahu pada tanggal 21 Juni 2017 nanti, so I think I am going to publish my result here, entah itu bagus atau jelek.
Advertisements

2 thoughts on “IELTS Test | Story and Tips

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s